Misteri Larutan Tak Berlabel di Laboratorium Sekolah
Senin pagi, Bu Cika seorang laboran SMA Tunas Bangsa terkejut saat membuka lemari penyimpanan bahan kimia. Lima botol larutan yang biasa dipakai untuk praktikum kelas XI ternyata labelnya rusak terkena tumpahan air saat dibersihkan akhir pekan. Tulisan di label luntur dan tidak bisa dibaca sama sekali.
Masalahnya, kelima larutan ini sifatnya berbeda-beda: ada yang asam kuat, asam lemah, basa kuat, basa lemah, dan larutan garam netral. Padahal praktikum titrasi asam basa dijadwalkan besok pagi. Tanpa label yang jelas, larutan-larutan ini tidak bisa langsung dipakai karena berbahaya bagi siswa dan bisa merusak hasil praktikum.
Kepala laboratorium meminta kalian, sebagai siswa kelas XI, membantu menyelidiki dan mengenali kembali kelima larutan tersebut. Alat yang tersedia: kertas lakmus merah dan biru, serta pH meter digital. Kalian juga punya data senyawa apa saja yang kemungkinan disimpan di lemari itu.
Senyawa yang kemungkinan ada di lemari tersebut (semuanya dengan konsentrasi 0,1 M): HCl, CH₃COOH, NaOH, NH₄OH dan NaCl.
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
Larutan B (pH 11,8) dan Larutan D (pH 9,2) sama-sama bersifat basa. Jelaskan mana yang termasuk basa kuat dan mana yang basa lemah, beserta alasannya.
Larutan E memiliki pH netral (7,0), tapi termasuk larutan yang memang sengaja dibeli sekolah, bukan air biasa. Menurutmu, larutan apa yang dimaksud, dan kenapa larutan tersebut bisa bersifat netral?
Seorang siswa bilang, "Pakai lakmus saja sudah cukup, tidak perlu pH meter." Setuju atau tidak? Jelaskan alasanmu berdasarkan data di tabel.
Buatlah aturan sederhana (3–5 langkah) yang bisa diterapkan di lab sekolah supaya kejadian label rusak seperti ini tidak terulang.
Tulislah laporan singkat berisi dugaan identitas Larutan A sampai E beserta alasannya.
Perjalanan belajar asam-basa hampir selesai. Saatnya menguji seberapa jauh pengetahuanmu dalam Evaluasi Terakhir.